A. Pengertian
Media Pembelajaran
Kata media
berasal dari bahasa Latin medio. Dalam bahasa Latin, media dimaknai sebagai
antara. Media merupakan bentuk jamak dari medium, yang secara harfiah berarti
perantara atau pengantar. Secara khusus, kata tersebut dapat diartikan sebagai
alat komunikasi yang digunakan untuk membawa informasi dari satu sumber kepada
penerima.
Dikaitkan dengan pembelajaran, media
dimaknai sebagai alat komunikasi yang digunakan dalam proses pembelajaran untuk
membawa informasi berupa materi ajar dari pengajar kepada peserta didik
sehingga peserta didik menjadi lebih tertarik untuk mengikuti kegiatan
pembelajaran
Satu
hal yang perlu diingat bahwa peranan media tidak akan terlihat apabila
penggunaannya tidak sejalan dengan isi dan tujuan pembelajaran yang telah
dirumuskan. Secanggih apa pun media tersebut, tidak dapat dikatakan menunjang
pembelajaran apabila keberadaannya menyimpang dari isi dan tujuan
pembelajarannya.
Latuheru (1988:14), menyatakan bahwa
media pembelajaran adalah bahan, alat, atau teknik yang digunakan dalam
kegiatan belajar mengajar dengan maksud agar proses interaksi komunikasi
edukasi antara guru dan siswa dapat berlangsung secara tepat guna dan berdaya
guna.
Dari
beberapa penjelasan media pembelajaran di atas, dapat disimpulkan bahwa media
pembelajaran adalah suatu alat, bahan ataupun berbagai macam komponen yang
digunakan dalam kegiatan belajar mengajar untuk menyampaikan pesan dari guru
kepada siswanya untuk memudahkan siswa dalam menerima suatu konsep.
B.
Fungsi
Media Pembelajaran
Ada dua fungsi utama media pembelajaran yang perlu kita ketahui. Fungsi pertama
media adalah sebagai alat bantu
pembelajaran, dan fungsi kedua adalah sebagai media sumber belajar. Kedua
fungsi utama tersebut dapat ditelaah dalam ulasan di bawah ini.
1. Media
pembelajaran sebagai alat bantu dalam pembelajaran
Tentunya
kita tahu bahwa setiap materi ajar memiliki tingkat kesukaran yang bervariasi.
Pada satu sisi ada materi ajar yang tidak memerlukan alat bantu, tetapi di lain
pihak ada materi ajar yang sangat memerlukan alat bantu berupa media
pembelajaran. Media pembelajaran yang dimaksud antara lain berupa globe,
grafik, gambar, dan sebagainya. Materi ajar dengan tingkat kesukaran yang
tinggi tentu sukar dipahami oleh siswa. Tanpa bantuan media, maka materi ajar
menjadi sukar dicerna dan dipahami oleh setiap siswa. Hal ini akan semakin
terasa apabila materi ajar tersebut abstrak dan rumit/kompleks.
Sebagai
alat bantu, media mempunyai fungsi melicinkan jalan menuju tercapainya tujuan
pembelajaran. Hal ini dilandasi keyakinan bahwa kegiatan pembelajaran dengan
bantuan media mempertinggi kualitas kegiatan belajar siswa dalam tenggang waktu
yang cukup lama. Itu berarti, kegiatan belajar siswa dengan bantuan media akan
menghasilkan proses dan hasil belajar yang lebih baik daripada tanpa bantuan
media.
2. Media
pembelajaran sebagai sumber belajar
Sekarang
anda menelaah media sebagai sumber belajar. Sumber belajar adalah segala
sesuatu yang dapat dipergunakan sebagai tempat bahan pembelajaran untuk belajar
peserta didik tersebut berasal. Sumber belajar dapat dikelompokkan menjadi lima
kategori, yaitu manusia, buku perpustakaan, media massa, alam lingkungan, dan
media pendidikan. Media pendidikan, sebagai salah satu sumber belajar, ikut
membantu guru dalam memudahkan tercapainya pemahaman materi ajar oleh siswa,
serta dapat memperkaya wawasan siswa.
C.
Macam-macam Media Pembelajaran
Jenis – jenis media pembelajaran dibagi menjadi 7 kelompok,
yaitu :
1. Kelompok Pertama: Media Grafis,
Bahan Cetak dan Gambar Diam.
a. Media Grafis
Media grafis yaitu visual yang
menyajikan fakta, ide atau gagasan melalui penyajian kata-kata, kalimat,
angka-angka dan simbol/gambar. Grafis biasanya digunakan untuk menarik
perhatian, memperjelas sajian ide dan mengilustrasikan fakta-fakta sehingga
menarik dan diingat orang. Yang temasuk media grafis antara lain grafik,
diagram, bagan, sketsa, poster, papan flanel, bulletin board.
b. Media
Bahan Cetak
Media cetak adalah media visual yang
pembuatannya melalui proses perncetakan/printing atau offset. Media bahan cetak
ini menyajikan pesannya melalui huruf dan gambar-gambar yang diilustrasikan
untuk lebih memperjelas pesan atau informasi yang disajikan. Jenis media bahan
cetak ini diantaranya yaitu buku teks, modul, bahan pengajaran terprogram.
c. Media Gambar Diam
Media gambar diam adalah media
visual yang berupa gambar yang dihasilkan melalui proses fotografi. Jenis media
gambar ini adalah foto.
2. Kelompok Kedua: Media Proyeksi Diam.
a. Media proyeksi diam adalah media
visual yang diproyeksikan atau media yang memproyeksikan pesan, dimana hasil
proyeksinya tidak bergerak atau memilik sedikit unsur gerakan.
b. Media OHP/OHT. OHT (Overhead
Transparency) adalah media visual yang diproyeksian melalui alat proyeksi
yang disebut OHP (Overhead Projector). OHP adalah mdia yang digunakan
untuk memproyeksikan program-program transparansi pada sebuah layar. Biasanya
alat ini digunakan untuk menggantikan papan tulis.
c. Media Opaque Projector
(proyektor tak tembus pandang) adalah media yang digunakan untuk memproyeksikan
bahan dan benda-benda yang tidak tembus pandang, seperti buku, foto dan
model-model baik yang dua dimensi maupun yang tiga dimensi. Berbeda dengan OHP,
Opaque projector ini tak memerlukan transparansi, tapi memerlukan
penggelapan ruangan.
d. Media Slide atau Film Bingkai adalah
media visual yang diproyeksikan melalui alat yang disebut proyektor slide.
Slide atau film bingkai terbuat dari film positif yang kemudian diberi bingkai
yang terbuat dari karton atau plastik.
e. Media Filmstrip atau Film Rangkai
atau Film Gelang adalah media visual proyeksi diam, yang pada dasarnya hampir
sama dengan media slide. Hanya filmstrip ini terdiri atas beberapa film yang
merupakan satu kesatuan (merupakan gelang, dimana diantara ujung yang satu
dengan ujung lainnya bersatu).
3. Kelompok Ketiga : Media Audio.
a. Media audio adalah media yang
penyampaian pesannya hanya dapat diterima oleh indera pendengaran. Pesan atau
informasi yang akan disampaikan dituangkan ke dalam lambang-lambang auditif
yang berupa kata-kata, musik dan sound effect.
b. Media Radio yaitu media audio yang
penyampaian pesannya dilakukan melalui pencaran gelombang elektromagnetik
dari suatu pemancar. Pemberi pesan (penyiar) secara langsung dapat
mengkomunikasikan pesan atau informasi melalui suatu alat (microfon)
yang kemudian diolah dan dipancarkan ke segenap penjuru melalui gelombang elektromagnetik
dan penerima pesan (pendengar) menerima pesan atau informasi tersebut dari
pesawat radio di rumah-rumah atau para siswa mendengarkannya di kelas-kelas.
c. Media Alat Perekam Pita Magnetik
adalah media yang menyajikan pesannya melalui proses perekam kaset audio.
4. Kelompok Keempat: Media Audio Visual
Diam.
a. Media
audio visual diam adalah media yang penyampaian pesannya dapat diterima oleh
indera pendengaran dan indera penglihatan, akan tetapi gambar yang
dihasilkannya adalah gambar diam atau sedikit memiliki unsur gerak. Jenis media
ini antara lain media sound slide (slide suara), film strip bersuara, dan halaman
bersuara.
5. Kelompok Kelima: Film (Motion
Pictures).
a. Film disebut juga gambar hidup (motion
pictures) yaitu serangkaian gambar diam (still pictures) yang
meluncur secara cepat dan diproyeksikan sehingga menimbulkan kesan hidup dan
bergerak. Ada beberapa jenis film antara lain film bisu, film bersuara, film
gelang.
6. Kelompok Keenam: Televisi.
a. Media
Televisi Terbuka adalah mdia audio visual gerak yang penyampaian pesannya
melalui pancaran gelombang elektromagnetik dari satu stasiun kemudian
pesan tadi diterima oelh pemirsa melalui pesawat televisi.
b. Media Televisi Siaran Terbatas
(TVST) adalah media audiovisual gerak yang penyampaian pesannya didistribusikan
melalui kabel (bukan TV kabel).
Dengan
perkataan lain, kamera televisi mengambil suatu objek di studio, misalnya guru
yang sedang mengajar, kemudian hasil pengambilan tadi didistribusikan melalui kabel-kabel
ke pesawat televisi yang ada diruangan-ruangan kelas.
c. Media Video Cassette Recorder
(VCR) adalah media yang perekamannya dilakukan dengan menggunakan kaset video
dan penayangannya melalui pesawat televisi.
7. Kelompok Ketujuh: Multimedia
a. Multimedia merupakan suatu sistem
penyimpaian dengan menggunakan berbagai jenis bahan belajar yang membentuk
suatu unit atau paket.
b. Jadi, banyak sekali jenis media yang
dapat digunakan oleh guru dalam rangka penyampaian pesan pembelajaran di kelas
tergantung dengan kemampuan dan keahlian guru dalam menggunakan media yang
tepat yang sesuai dengan karakteristik pesan yang akan disampaikan. Dan
diharapkan dengan adanya berbagai media yang digunakan dapat meningkatkan
keterlibatan dan keaktifan siswa dalam kegiatan belajar mengajar.
D.
Prinsip-prinsip
Media Pembelajaran
Prinsip-prinsip pemilihan media pembelajaran adalah:
1. Media yang dipilih harus sesuai
dengan tujuan dan materi pelajaran, metode
mengajar
yang digunakan serta karakteristik siswa yang belajar (tingkat
pengetahuan siswa, bahasa siswa, dan jumlah
siswa yang belajar).
2. Untuk dapat memilih media dengan
tepat, guru harus mengenal ciri-ciri dan tiap-
tiap
media pembelajaran.
3. Pemilihan media pembelajaran harus
berorientasi pada siswa yang belajar, artinya
pemilihan media untuk meningkatkan efektivitas belajar
siswa.
4. Pemilihan media harus
mempertimbangkan biaya pengadaan, ketersediaan bahan
media,
mutu media, dan lingkungan fisik tempat siswa belajar.
E.
Faktor-Faktor
yang Mempengaruhi Media Pembelajaran
Direktorat
Pendidikan Dasar dan Menengah mengemukakan bahwa faktor-
faktor yang mempengaruhi penggunaan media pembelajaran yaitu :
1. Segi
kepraktisan.
Segi kepraktisan dari
penggunaan media pembelajaran mencakupi:
a. media
akan efektif dalam mencapai TIK bila tersedia (ada) pada saat
dibutuhkan; b. biaya, besarnya dana, usaha dan waktu serta semua faktor dalam
menetapkan
b. mahal
tidaknya media yang dibutuhkan;
c. kondisi
fisik, yang dipertimbangkan adalah warna, bentuk, ukuran, bunyinya jelas,
d. bentuk
tulisan dan lainnya akan efektif untuk belajar siswa; disainnya, sederhana atau
tidak, aspek yang diperhatikan adalah mudah dan praktis dipergunakan;e.
e. dapat
digunakan oleh siswa atau tidak;
f. dampak
emosional, apakah media tersebut cukup mengandung nilai estetika dan
dapat menyentuh emosi anak didik.
2.
Segi anak didik
Dari segi anak didik
yang dipertimbangkan dalam pemanfaatan media adalah :
a. karakteristik
siswa, yaitu sikap pribadi dan kematangan anak didik dan usia perlu diperhatikan
dalam memilih media yang sesuai, media tersebut dapat
juga untuk belajar individual;
b. keterlibatan
siswa, apakah media yang dipilih mendorong keterlibatan siswa dalam proses
belajar lebih efektif;
c. relevansinya,
apakah media yang dipilih ada kepentingan/ kesesuaian dengan kehidupan siswa.
3. Segi
isi
Faktor
yang mempengaruhi dari segi isi media pembelajaran meliputi kesesuaian dengan
kurikulum yang digunakan, ketepatan dan kebenaran isinya, dan layak tidaknya
untuk ditampilkan.
4. Segi
guru
Faktor
yang mempengaruhi dari segi guru meliputi utilisasi oleh guru, apakah
media itu dapat didayagunakan oleh guru, mulai mengoperasikan alat sampai
memanfaatkan isinya.
F.
Manfaat Media Pembelajaran.
Secara umum manfaat penggunaan media
pengajaran dalam kegiatan belajar mengajar, yaitu :
1.
Media
pengajaran dapat menarik dan memperbesar perhatian anak didik terhadap materi
pengajaran yang disajikan,
2.
Media
pengajaran dapat mengatasi perbedaan pengalaman belajar anak didik berdasarkan
latar belakang sosil ekonomi,
3.
Media pengajaran dapat membantu anak didik dalam memberikan
pengalaman belajar yang sulit diperoleh dengan cara lain,
4.
Media pengajaran dapat membantu perkembangan pikiran anak
didik secara teratur tentang hal yang mereka alami dalam kegiatan belajar
mengajar mereka, misainya menyaksikan pemutaran film tentang suatu kejadian
atau peristiwa. Rangkaian dan urutan kejadian yang mereka saksikan dan
pemutaran film tadi akan dapat mereka pelajari secara teratur dan
berkesinambungan,
5.
Media
pengajaran dapat menumbuhkan kemampuan anak didik untuk berusaha mempelajari
sendiri berdasarkan pengalaman dan kenyataan,
6.
Media
pengajaran dapat mengurangi adanya verbalisme dalam suatu proses (dalam bentuk
kata-kata tertulis atau lisan belaka) (latuheru, 1988:23-24).
Berdasarkan penjelasan di atas,
dapat dikatakan bahwa seorang guru dalam memanfaatkan suatu media untuk
digunakan dalarn proses belajar mengajar harus memperhatikan beberapa hal,
yaitu :
a. Tujuan pembelajaran yang akan
dicapai,
b. Isi materi pelajaran,
c. Strategi belajar mengajar yang
digunakan,
d. Karakteristik siswa yang belajar.
e.
Karakteristik
siswa yang belajar yang dimaksud adalah tingkat pengetahuan siswa terhadap
media yang digunakan, bahasa siswa, artinya isi pesan yang disampaikan melalui
media harus disesuaikan dengan tingkat kemampuan berbahasa atau kosakata yang
dimiliki siswa sehingga memudahkan siswa dalam memahami isi materi yang
disampaikan melalui media. Selain itu, penting juga untuk memperhatikan jumlah
siswa. Artinya media yang digunakan hendaknya disesuaikan dengan jumlah siswa
yang belajar.
G.
Alasan Penggunaan Media
Pembelajaran.
Ada 2 alasan penggunaan media pembelajaran dalam proses
belajar – mengajar, yaitu :
1. Alasan yang pertama yaitu berkenaan
dengan menfaat media pengajaran itu sendiri, antara lain:
a. Pengajaran lebih menarik perhatian siswa, sehingga
menumbuhkan motivasi
belajar.
b. Bahan
pengajaran lebih jelas maknanya, sehingga dapat menguasai tujuan pembelajaran
dengan baik.
c. Metode pengajaran
akan bervariasi
d. Siswa
dapat lebih banyak melakukan aktivitas belajar, seperti mengamati, melakukan,
mendemonstrasikan dan lain-lain.
2. Alasan kedua yaitu sesuai dengan taraf berpikir siswa.
Dimulai dari taraf berfikir konkret
menuju abstrak, dimulai dari yang sederhana menuju berfikir yang kompleks.
Sebab dengan adanya media pengajaran hal-hal yang abstrak dapat dikonkretkan,
dan hal-hal yang kompleks dapat disederhanakan. Itulah beberapa alasan mengapa
media pembelajaran dapat mempertinggi keberhasilan dalam proses belajar
mengajar.
Menurut Arif Sadiman (1996:89)
terdapat beberapa alasan orang memilih media pembelajaran, yaitu :
a.
Demonstration. Media dapat digunakan untuk mendemonstrasikan sebuah konsep,
alat, objek, kegunaan, cara mengoperasikan dll. Media berfungsi sebagai alat peraga
pembelajaran.
b. Familiarity.
Karena sudah terbiasa menggunkaan media tersebut dan merasa sudah menguasai.
c. Clarity. Ingin memberikan gambaran/penjelasan yang lebih
konkret.
d. Active
Learning. Guru dapat membuat siswa berperan aktif baik secara fisik, mental,
emosional.
Jadi,
seorang guru sebagai pengguna harus dapat memilih media yang tepat dengan
kebutuhan pembelajran sesuai dengan karakteristik siswa dan karakteristik
materi pembelajaran.
H. Kriteria dan atau Teknik Pemilihan Media
Pembelajaran.
Harus disadari bahwa setiap media
memiliki kelemahan dan kelebihan. Pengetahuan tentang keunggulan dan
keterbatasan media menjadi penting bagi guru dapat memperkecil kelemahan atas
media yang dipilih oleh guru sekaligus dapat langsung memilih berdasarkan
kriteria yang dikehendaki. Kriteria pemilihan media pembelajaran yaitu:
1. Sesuai
dengan tujuan yang ingin dicapai. Media dipilih berdasarkan tujuan
instruksional yang telah ditetapkan baik dari segi kognitif, afektif, dan
psikomotor.
2. Keterpaduan
(validitas).Media harus tepat untuk mendukung isi pelajaran yang sifatnya
fakta, konsep, prinsip atau generalisasi.
3. Media
harus praktis, luwes dan bertahan. Jika tidak tersedia waktu, dana, atau sumber
daya lainnya untuk memproduksi, tidak perlu dipaksakan. Media yang mahal dan
memakan waktu yang lama bukanlah jaminan. Sebagai media yang terbaik. Sehingga
guru dapat memilih media yang ada, mudah diperoleh dan mudah dibuat sendiri
oleh guru. Media yang dipilih sebaiknya dapat digunakan dimanapun dan kapanpun
dengan peralatan yang ada di lingkungan sekitarnya, dan mudah dibawa dan
dipindahkan ke mana-mana.
4. Media harus dapat digunakan guru dengan baik
dan terampil. Apapun medianya, guru harus mampu menggunakan dalam proses
pembelajaran. Komputer, proyektor transparansi (OHP), proyektor slide, dan
film, dan peralatan canggih lainnya tidak akan berarti apa-apa jika guru belum
dapat menggunakannya dalam proses belajar mengajar di kelas.
5. Mutu
teknis. Pengembangan visual baik gambar maupun fotograf harus memenuhi
persyaratan teknis tertentu. Misalnya visual pada slide harus jelas dan
informasi atau pesan yang ditonjolkan dan ingin disampaikan tidak boleh
terganggu oleh elemen lain yang berupa latar belakang.
6. Media
yang digunakan harus sesuai dengan taraf berfikir siswa. Media yang digunakan
harus dapat menunjang dan membantu pemahaman siswa terhadap pelajaran tersebut
sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan
tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.